Geografi ; Dinamika Biosfer

Biosfer adalah lapisan lingkungan dipermukaan bumi, air, dan atmosfer yang mendukung kehidupan organism. Lapisan ini terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.


https://sosialdua.weebly.com - Lingkungan yang sesuai dan cocok untuk tempat tinggal makhluk hidup tersebut disebut dengan habitat. Contohnya adalah habitat ikan emas adalah air tawar. Manusia dan tumbuhan pun memiliki tempat untuk mempertahankan kehidupannya dengan kondisi tertentu di permukaan bumi. Cara yang dilakukan manusia,binatang, dan tumbuhan dalam memanfaatkan lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya disebut dengan adaptasi.

Cagar Biosfer 
Cagar bisofer merupakan suatu tempat yang dapat digunakan untuk menilai perubahan-perubahan yang dibuat manusia dan arah perubahan lingkungan yaitu melalui penelitian jangka panjang. Pembuatan cagar biosfer bertujuan sebagai berikut:
  • Melestarikan keanekaragaman komunitas hayati dalam ekosistem alam untuk menjaga keanekaragaman genetika agar proses evolusinya berjalan terus
  • Menyediakan daerah penelitian ekologi dan lingkungan, baik di dalam maupun di luar cagar biosfer
  • Menyediakan sarana dan prasarana untuk pendidikan dan latihan.

Cagar Biosfer

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI DUNIA

    Persebaran flora dan fauna dipelajari dalam biogeografi. Dalam mempelajaronya digunakan dua pendekatan yaitu biogeografi sejarah fan ekologi. Biogeografi sejarah merupakan studi tentang flora dan fauna dengan sudut pandang perkembangan dan evolusi kelompok organisme, iklim, migrasi, gerakan bumi pada masa lampau, serta hubungan ekologis masa lalu dengan masa sekarang. Sedangkan ekologi biogeografi adalah studi tentang persebaran flora dan fauna dengan sudut pandang interaksi antar organisme dengan lingkungan, dan pengaruh interaksinya.Factor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan faunaPenyebab persebaran:
  1. Tekanan populasi yaitu semakin banyak populasi menyebabkan persediaan bahan makanan tidak mencukupi bagi keturunannya. Oleh karena itu, suatu spesies hewan harus bermigrasi untuk mencri makanan di tempat lain.
  2. Perubahan habitat menyebabkan tidak cocoknya suatu spesies hewan untuk terus berada di daerah yang ditempati.

Sarana Persebaran

  1. Udara yaitu melalui kekuatan terbang atau hembusan angin. Contoh angin puyuh atau badai.
  2. Air yaitu melalui kekuatan berenang auatu dibawa oleh arus air atau benda-benda terapung.
  3. Lahan yaitu karena adanya gerakan suatu spesies di daratan.
  4. Pengankutan manusia baik sengaja ataupun tidak sengaja.

Hambatan (barier) persebaran

  1. :Hambatan iklim: Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna. Unsur iklim dapat menjadi penghambat dalam persebaran flora dan fauna antara lain kelembapan udara, kondisi temperatur, dan curah hujan.
  2. Hambatan edafik (tanah): Kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena tanaman memerlukan unsur hara, udara dan air yang cukup untuk dapat menjamin hidupnya. Adapun bagi hewan kondisi tanah berpengaruh terhadap kemampuan hewan dalam menggali tanah.
  3. Hambatan geografis: Kondisi geografis yang dapat menjadi penghambat persebaran flora dan fauna berhubungan dengan bentang alam antara lain samudra, padang pasir, sungai, dan pegunungan.
  4. Hambatan biologis: Faktor yang merupakan hambatan biologis dalam persebaran hewan dan tumbuhan antara lain habitat yang tidak sesuai lagi dan tidak cocok untuk kelangsungan hidup, tidak ada persediaan makanan lagi, dank arena adanya predator sehingga hewan dapat bermigrasi ke tempat lain yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya.
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

  1. Indonesia terletak di antara dua kawasan persebaran fauna dunia yaitu Oriental dan Australis. Oleh karena itu Indonesia memiliki berbagai macam fauna dari Asia dan Australia. Akan tetapi, persebaran fauna tersebut mengalami hambatan karena bentang alam wilayah Indonesia. Berbagai jenis fauna yang ada di Indonesia meliputi antara lain mamalia (lebih dari 500 jenis), kupu-kupu (lebih dari 100 jenis), reptile (lebih dari 600 jenis), burung (lebih dari 1.500 jenis), dan amfibi (lebih dari 250 jenis). Secara geografis persebaran fauna dibedakan menjadi tiga yaitu:

    1. Fauna Indonesia BaratKawasan ini meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Fauna kawasan ini disebut juga sebagai fauna dangkalan sunda. Batas wilayah kawasan fauna dangkalan sunda adalah garis Wallace. Jenis- jenis fauna kawasan ini merupakan tipe Asiatis antara lain gajah, banteng, beruang, orang utan, harimau, tapir, rusa, badak bercula satu, burung elang, ikan pesut (sejenis lumba-lumba dari Sungai Mahakam), kerbau, babi hutan, buaya, trenggiling, biawak, bunglon, dan kijang.
    2. Fauna Indonesia TengahKawasan ini meliputi daerah Sulawesi dan Nusa Tenggara yang merupakan fauna khas Indonesia. Persebaran fauna Indonesia tengah dibatasi oleh garis Wallace di sebelah barat dan garis weber di sebelah timur. Jenis fauna kawasan Indonesia bagian tengah adalah anoa, babi rusa, kura-kura, biawak, kuskus, kera, tarsius, komodo, buaya, ular, serta berbagai burung seperti burung cenderawasih, maleo, kakak tua, nuri, dan raja udang.
    3. Fauna Indonesia TimurKawasan fauna Indonesia timur meliputi Kepulauan Maluku dan Papua beserta pulau-pulau kecil disekitarnya. Wilayah ini disebut juga wilayah fauna Dangkalan Sahul. Jenis-jenis fauna kawasan dangkalan sahul adalah tipe Australis seperti kanguru, walaby, cenderawasih, kasuari, kakak tua, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), buaya, biawak, kadal, dan kura-kura.

PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA
  1. Indonesia memiliki sekitar 350 kawasan yang dilindungi dalam bentuk suaka alam. Adanya kawasan tersebut diatur dalam UU no. 5 Tahun 1976 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hutan suaka alam mencakup kawasan hutan yang karena sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus bagi perlindungan alam hayati dan manfaat-manfaat lainnya. Kawasan tersebut terdiri atas cagar alam dan suaka margasatwa. Cagar alam adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi tumbuhan dan lingkungannya agar dapat tumbuh secara alami. Sedangkan suaka margasatwa adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi dan melestarikan berbagai jenis hewan agar terhindar dari kepunahan.
    1. Taman Nasional Kerinci-SeblatTaman nasional ini terletak di kawasan Bukit Barisan terdiri atas kawasan Gunung Kerinci (2.805 mdpl) dan Gunung Seblat (2.383 mdpl). Luas wilayahnya adalah 14.846 km2 yang meliputi Prov. Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Satwa yang terdapat di kawasan ini adalah gajah, badak, tapir, harimau, beruang madu, dan macan dahan.
    2. Taman Nasional Gede-Pangrango Tman nasional ini terletak di kawasan Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Gunung Pangrango (3.019 mdpl). Luas wilayahnya adalah 150 km2 yang meliputi tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi di Jawa Barat. Hutan pegunungan rendah dan tinggi serta sub-alpin menjadi penutup lahan kawasan ini, sedangkan di puncak gunung terdapat tumbuhan edelweiss. Satwa yang terdapat di kawasan ini adalah wau-wau jawa, lutung, dan berbagai jenis burung, terutama elang jawa.
    3. Taman Nasional Tanjung PutingTaman nasional ini terletak di Provinsi Kalimantan Tengah bagian selatan. Luas kawasan ini adalah 3.050 km2, yang terdiri dari tanah rawa gambut dan hutan kerangas. Hewan yang terdapat di kawasan ini adalah orang utan, bekantan, dan ikan arwana.
    4. Taman Nasional Lore Lindu Taman nasional ini terletak di bagian tenggara Palu, ibukota Sulawesi Tengah. Luas kawasan ini adalah 2.300 km2, yang meliputi hutan, padang rumput, dan danau yang terletak di sebelah barat. Kawasan ini merupakan kawasan untuk mempertahankan hutan eboni dan jenis monyet hitam.
    5. Taman Nasional Gunung LorentzTaman nasional ini terletak di Provinsi Papua bagian tengah. Luas kawasan ini adalah 21.500 km2 yang merupakan kawasan perlindungan terluas di Asia. Kawasan ini meliputi kawasan Puncak Jaya yang selalu tertutup gletser, berbagai hutan, rawa air tawar, rawa bakau, dan rawa tropis di pantai selatan. Hutan pegunungan di taman nasional ini menjadi tempat hidup berbagai hewan antara lain burung nandur, landak, walaby, kanguru pohon, dan ular sanca
 (DS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini