Sekilas Sorowako
Tak ada catatan pasti mengenai asal-usul nama
Sorowako. Namun, berdasarkan informasi para tetua masyarakat, istilah
Sorowako punya dua pengertian. Pertama, Sorowako berasal dari kata Serewako, nama sejenis tanaman yang mirip bunga kenanga.
Tanaman ini dulu banyak tumbuh di daerah ini. Kedua,
berarti “tempat mundur”. Konon, pada masa silam, tempat ini dibangun
sebagai permukiman baru pada saat penduduk Kampung Helai terpaksa
mengungsi.
Sebelum kedatangan PT Inco, Sorowako adalah kampung kecil yang
terletak di tepi Danau Matano. Dalam perkembangannya, secara
administratif, kampung Sorowako disebut sebagai Desa Nikkel. Penduduk
kampung ini dikenal sebagai orang Sorowako.
Setelah PT Inco hadir, Sorowako menjadi nama desa baru, yakni Desa
Sorowako, yang merupakan pemekaran dari Desa Nikkel. Istilah Sorowako
pun menjadi lebih tersohor sebagai nama kawasan permukiman dan pusat
operasional PT Inco. Saat ini, wilayah perkotaan Sorowako meliputi tiga
desa, yakni Desa Sorowako, Desa Magani, dan Desa Nikkel.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Nuha, pada bulan Januari 2009,
luas dan jumlah penduduk ketiga desa tersebut sebagai berikut: Desa
Sorowako 178 km2, berpenduduk 8.168 jiwa; Desa Magani 206 km2, 9.221 jiwa; Desa Nikkel 151 km2, 6.760 jiwa.
Dua desa lain yang masuk dalam Kecamatan Nuha adalah Desa Matano, dengan luas 242 km2 dan berpenduduk 1.736 jiwa serta Desa Nuha, dengan luas 86 km2 dan berpenduduk 531 jiwa.
Sebagian masyarakat Sorowako bekerja sebagai karyawan PT Inco atau
kontraktornya. Sebagian lainnya menggantungkan hidup dari hasil
pertanian dan perkebunan. Selain itu, mereka juga membuka usaha lain,
semisal perdagangan dan layanan jasa. Industri tambang PT Inco telah
membuat Sorowako berkembang dari desa kecil menjadi kota industri yang
modern.
Orang asli Sorowako menggunakan bahasa yang mirip dengan Bahasa Mori,
salah satu etnis di Sulawesi Tengah yang berbatasan dengan Desa Matano
dan Nuha. Bedanya hanya pada aksen dan arti beberapa kata.
Di kawasan perkotaan Sorowako, sekarang ini didiami oleh berbagai
etnis dari seluruh pelosok tanah air, seperti Bugis, Makassar, Toraja,
Jawa, Batak, dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan dengan orang asli
Sorowako, termasuk orang Karunsie, Tambee, dan Padoe. Selain itu
sejumlah ekspatriat juga tinggal di Sorowako. Mereka berasal dari
berbagai bangsa seperti Kanada, Brazil, Australia, Selandia Baru, Afrika
Selatan dan lain-lain.
(DS)
Komentar
Posting Komentar